'Formula Sederhana' - Bagaimana Manchester United Menghidupkan Kembali Akademi - Angka Cantik

'Formula Sederhana' - Bagaimana Manchester United Menghidupkan Kembali Akademi


Sejumlah mantan pemain klub mengirim anak-anak mereka ke Manchester City beberapa tahun yang lalu, tapi sekarang Carrington mendapat tempat lagi.
Jika berkeliling di markas latihan Manchester United di Carrington, Anda akan diingatkan betapa suksesnya akademi mereka selama bertahun-tahun.
Dinding-dinding dihiasi dengan foto-foto kolosal mantan lulusan seperti Ryan Giggs, Devid Beckham, dan Marcus Rashford, sebagai panutan yang sesungguhnya bagi calon muda yang berangkat latihan setiap harinya.
Bakat terus mengalir dari Carrington juga. Brandon Williams telah menjadi kisah sukses luar biasa pada musim ini, dengan masuk ke tim pertama, dan ada banyak lagi dari mana dia berasal.
 Namun, United sadar mereka harus tetap berkembang jika ingin terus menghasilkan pemain-pemain yang sangat potensial.
Klub mendapat kritik atas penanganan di akademi dalam lima tahun terakhir. Ada tuduhan kekurangan dana, yang menyebabkan kegagalan untuk meningkatkan fasilitas.
Ada dugaan juga bahwa sebelum Ole Gunnar Solskjaer kembali ke Old Trafford pada tahun lalu, akademi diabaikan oleh setiap menejr sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada 2013.
"Saya pikir itu jelas pada [Louis] Van Gaal dan [Jose] Mourinho – dan David Moyes di titik itu," ujar mantan gelandang, Nicky Butt, kepada MUTV.
"Mereka tidak datang ke Man Utd dan pergi, 'Memindahkan [Akademi] ke satu sisi, tidak menghormati Man Utd [dan tradisi-tradisinya] dan kami akan melakukan itu dengan cara saya.' Mereka tidak pernah melakukan itu -- itu adalah mitos."
Masing-masing dari tiga manajer itu tentunya bisa mengklaim telah memberi kesempatan kepada lulusan akademi. Bagaimana pun, Van Gaal-lah yang memberi debut untuk Rashford, sedangkan Mourinho memiliki hubungan yang spesial dengan Scott McTominay sehingga pemain asal Skotlandia itu menjadi pemain reguler di tim pertama.
Namun, juga ada pengawasan terhadap bagaimana berjalannya akademi dalam lima tahun terakhir. Sebagai contoh, menyusul hengkangnya Brian McClair pada 2015, United setahun tanpa kepala akademi.
Mereka juga melihat beberapa target rekruitmen bergabung dengan rival satu kota, Manchester City. Situasi menjadi sangat buruk, bahkan sejumlah mantan pemain United justru memutuskan untuk mengirim anak-anak mereka ke akademi City karena kompleks pelatihan canggih klub yang didukung Abu Dhabi, serta jaminan tempat di sebuah sekolah swasta.
Menjadi sangat kentara bahwa United tidak bisa lagi bergantung pada sejarah panjang dan terkenal mereka untuk memikat bakat muda top dunia datang ke klub, jadi perubahan dibuat setelah kepergian McClair dan mereka perlahan mulai menuai hasil-hasilnya.
Pertemuan-pertemuan diadakan  tentang meningkatkan standar, departemen-departemen ditinjau, staf baru didatangkan, peran-peran diubah, dan Butt ditugaskan di akademi empat tahun yang lalu.
Pada musim panas yang sama, Nick Cox datang dari Sheffield United dan ia menggantikan Butt pada tahun lalu, setelah pemegang treble itu dianggap sebagai kepala pengembangan sepakbola.
Beberapa perubahan telah dilakukan selama periode, khususnya dalam hal rekruitmen pemain.
Banyak pencari bakat Ferguson pensiun di waktu yang sama dengan legenda asal Skotlandia itu sehingga diperlukan wajah-wajah baru dan ide-ide baru. United juga menggunakan jenis teknologi canggih yang memungkinkan mereka untuk terus bekerja, bahkan selama pandemi Covid-19 saat ini.

Kini ada keyakinan di United bahwa mereka bisa bersaing dengan klub mana pun di Eropa ketika berusaha mendatangkan pemain-pemain paling menjanjikan.
Pada musim panas tahun lalu, mereka mengalahkan minat dari Arsenal, Liverpool, dan Barcelona untuk merekrut Hannibal Mejbri dari AS Monaco, sementara penyerang tengah Dillon Hoogewerf juga tiba dari Ajax.
"Formula yang sangat sederhana," Cox menjelaskan kepada Goal. "Jika Anda melihat setiap tim United yang sukses, komponen-komponennya adalah inti talenta lokal yang dilengkapi dengan satu atau dua talenta luar biasa di luar area jangkauan kami, apakah itu secara nasional, di Eropa, maupun di seluruh dunia."
Formula itu tentunya tampak berfungsi. Pada musim panas ini, bek kanan remaja Marc Jurado diharapkan bergabung dari Barcelona, sementara Joe Hugill nyaris merampungkan transfer dengan United, meski ada minat kuat dari klub lain terhadap striker Sunderland berusia 16 tahun itu.
United yakin bahwa mereka mendapat imbalan karena berinvestasi dalam fasilitas-fasilitas, mendukung manajer U-23 Neil Wood dan rekannya dari U-16, Neil Ryan, yang secara finansial dibutuhkan, dan mengadopsi etos "yang jelas dan bersama-sama" di level usia tersebut.
Ada juga percakapan harian antara pelatih-pelatih tim pertama dan mereka yang di level pengembangan, yang tidak hanya meningkatkan komunikasi internal, tapi itu juga menunjukkan kepada para pemain kalau ada hubungan yang jelas antara tim-tim muda dan skuad senior.
Brandon Williams Man Utd
Tim U-23 telah merasakan manfaat dari rasa persatuan yang lebih besar di Carrington.
Mereka berada di puncak promosi ketika liga dihentikan dan menunggu untuk mendengar apakah mereka akan diberikan tempat di tingkat teratas pada musim mendatang.
Namun, promosi hanya akan menjadi bonus bagi Wood dan pelatih-pelatihnya, karena tujuan utama adalah memasukkan pemain-pemain ke dalam tim pertama.
Para pemain diminta untuk tetap fit selama masa lockdown sehingga mereka siap dibutuhkan Solskjaer ketika tim pertama kembali berlatih--bukti lebih lanjut dari pemikiran bersama-bersama kini sudah lazim di klub.
Untuk tim U-18, hasil-hasil liga beragam, tapi tim Ryan telah lolos ke semi-final FA Youth Cup, yang merupakan prestasi yang patut dicatat, mengingat United belum pernah mencapai final sejak 2011--bukti lebih lanjut dari masalah-masalah sebelumnya di level Akademi.
Namun, apakah tim U-18 akhirnya ke final atau tidak, atau tim U-23 promosi, alasan utama bahwa perubahan-perubahan yang telah dibikin United di level usia berfungsi.
Akademi tidak akan dinilai berdasarkan trofi, tapi bagaimana banyak pemain yang mencapai skuad senior, jadi perlou dicatat bahwa sejak kedatangan Solskjaer, sepuluh lulusan akademi telah menjalani debut, di antaranya adalah Mason Greenword.
Akibatnya, ada perasaan semangat baru yang nyata di klub pada tahun ini. Apalagi, mungkin akan segera ada beberapa gambar baru yang menghiasi dinding-dinding koridor di Carrington.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.