'Kembalikan VAR!' - Kontroversi Teknologi Garis Gawang Warnai Kembalinya Liga Primer Inggris - Angka Cantik

'Kembalikan VAR!' - Kontroversi Teknologi Garis Gawang Warnai Kembalinya Liga Primer Inggris


Gol sah Sheffield United saat melawan Aston Villa dianulir dalam laga pertama di Liga Primer selepas kembali dari masa vakum.
Para pemain dan suporter Liga Primer Inggris dengan nada bergurau menyerukan permintaan agar VAR kembali digunakan setelah adanya kesalahan fatal dari teknologi garis gawang yang menjadi sorotan saat kompetisi kembali bergulir.
Aston Villa dan Sheffield United saling berharapan di Villa Park tanpa penonton, setelah tiga bulan vakum sejak kompetisi terhenti pada Maret lalu karena pandemi virus corona.
Laga yang menarik, sayangnya, harus diwarnai dengan kontroversi setelah teknologi garis gawang tidak mengesahkan gol Sheffield yang dicetak melalui tendangan bebas Billy Sharp.
Di sinilah peran VAR sebenarnya dibutuhkan, karena setelah momen yang penuh perdebatan itu, wasit Michael Oliver memilih untuk meneruskan jalannya pertandingan.
Oliver seharusnya menerima sinyal di jam tangannya ketika bola telah melewati garis gawang, tapi itu tidak terjadi karena perangkat yang ada di luar lapangan ternyata belum dinyalakan dan sang wasit pun memutuskan untuk tidak meninjau kejadian itu melalui VAR.
Beragam reaksi pun muncul di Twitter, dengan bek Newcastle United, Ryan Taylor mengekspresikan candaannya.
Bek 35 tahun itu menulis: "Teknologi garis gawang tidak dihidupkan. Kembalikan VAR."
Admin akun Sheffield United senada dengan Taylor, sementara Villa merilis pernyataan kepada para pengikut mereka: "Kami benar-benar tidak tahu harus berkata apa tentang itu."
Eks gelandang Tottenham Hotspur, Jamie Redknapp juga membahas kejanggalan teknologi tersebut saat jeda pertandingan untuk Sky Sports, menyatakan: "Kita berbicara tentang teknologi garis gawang yang sempurna, tapi itu tidak ada, itu terabaikan."
"Mengapa mereka tidak melakukannya dengan benar? Ini pertandingan yang sama seperti biasanya. Biasanya teknologi garis gawang itu sempurna, tapi kali ini tidak."

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.